Ibu adalah seorang wanita yang begitu perkasa, tegar, sekaligus mencintai kamu semua. Karena ibulah kamu hadir didunia ini. Tentu saja, hal ini membuat Ibu menjadi pahlawan sejati dalam hidupmu. Tidak cukup sampai disitu saja, Ibu juga bersedia mengorbankan segala sesuatunya hanya untukmu. Tidak percayalah? Simaklah lima kisah nyata dibawah ini!1. Kisah heroik Ibu di Gambar kamu ingat pada tahun 2011, tepatnya di bulan Oktober, terjadi sebuah gempa bumi yang cukup dashyat di Jepang? Gempa bumi itu tentu saja membuat kerugian yang sangat besar untuk semua pihak. Banyak sekali korban berjatuhan didalam gempa bumi gempa bumi telah reda, regu penyelamat pun tiba untuk mencari para korban yang selamat, serta memeriksa keseluruhan wilayah yang terkena gempa. Regu penyelamat akhirnya sampai di depan reruntuhan sebuah rumah milik seorang wanita muda. Setelah ditelusuri sampai ke dalam, regu penyelamat menemukan sang pemilik rumah telah menunduk ke arah depan, dengan tangan seperti memeluk sekaligus melindungi suatu perempuan tersebut masih hidup, regu penyelamat lantas mencoba mengangkatnya dari celah-celah, ternyata wanita itu telah tiada. Ketika para regu penyelamat hendak meninggalkan lokasi, tiba-tiba ketua regu penyelamat melihat seorang bayi!! Ya, bayi tersebut terbaring tepat di ruang kosong yang dijaga erat oleh perempuan yang merupakan Ibu dari bayi lelaki berusia 3 bulan tersebut. Bayi tersebut sedang tertidur nyenyak, tentu saja regu penyelamat segera hal yang paling mengejutkan, didalam balutan selimut bayi, terdapat sebuah telepon dengan layar tertuliskan, "Jika kamu hidup, kamu harus ingat bahwa ibu sayang kamu."2. Ibu menyelamatkan anak dan mengorbankan dirinya Gambar Ibu di Amerika Serikat benar-benar merupakan seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Beliau rela mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan anak semata wayangnya yang berusia dua tahun. Kereta dorong anaknya kebetulan tersangkut di rel kereta api, dan saat itu terdapat sebuah komuter Metrolink yang melintas dengan kecepatan Dibene, Ibu berusia 33 tahun tersebut tak sempat meloloskan diri dan tertabrak kereta sesaat setelah beliau berhasil menyelamatkan anaknya. Padahal, saat itu palang sudah ditutup dan lampu tanda dilarang memasuki wilayah rel telah diturunkan. Tentu saja, sebagai seorang Ibu, insting Dibene sangat kuat dan dia tidak memperdulikan apapun kecuali keselamatan bayi mungilnya Demi menyelamatkan anaknya, Ibu tertabrak truk dan Gambar lagi seorang Ibu yang sama sekali tak memperdulikan keselamatan dirinya sendiri saat melihat anak semata wayangnya berada dalam bahaya. Dawn Graves, nama Ibu pahlawan pemberani tersebut, segera berlari dan mendorong troli kereta bayi anaknya sebelum terlindas truk yang sedang beliau tak sempat menyelamatkan dirinya sendiri setelah menyelamatkan buah hatinya, dan kemudian meninggal karena terlindas bagian belakang truk. Pengemudi truk tersebut, merasa begitu menyesal karena tak melihat bahwa ada orang lain di sekitarnya, karena tidak kelihatan dan posisi truk yang lumayan tinggi. Setiap saksi mata yang menyaksikan kecelakaan tersebut merasa shock, kaget, dan masih tidak menyangka kejadian tersebut bisa terjadi. 4. Pengorbanan mata seorang Gambar tidak diketahui sumber serta nama asli dari pemilik cerita ini, namun kisah ini adalah sebuah kisah penyesalan seorang anak terhadap perlakuannya selama ini terhadap Ibu-nya yang benar-benar seorang pahlawan didalam hidupnya. Bukan sekedar pahlawan, mungkin, namun sudah seperti malaikat dan Ibu gadis ini selalu membenci Ibunya semenjak ia kecil, karena Ibunya hanya memiliki satu mata saja, sehingga kurang enak untuk dipandang. Gadis tersebut merasa Ibunya memalukan dan menurunkan repuasi dirinya. Bahkan, teman-temannya pun ikut mengolok-olok dirinya serta Ibunya, yang membuat dia semakin benci memiliki Ibu dengan kondisi fisik tak sempurna tersebut. Bahkan, gadis itu sempat melontarkan kata-kata tidak pantas, yaitu “Kalau Ibu ingin membuatku jadi bahan tertawaan dan ejekan, kenapa tidak mati saja?!!”Tak pernah mencintai Ibunya, akhirnya anak gadis ini memutuskan untuk pergi dari rumah, dan tak berhubungan lagi dengan Ibunya, kalau bisa untuk selamanya. Gadis ini membangun sebuah kehidupan yang sempurna untuk dirinya sendiri. Suatu ketika, Ibunya yang begitu merindukannya datang menjenguk, namun gadis ini langsung tidak suka dan berteriak kembali “Beraninya kamu datang kerumahku, pergi saja jika kamu hanya menakuti anak-anakku!!”Tentu saja, sebagai seorang Ibu, hati pasti tersayat habis ...Hingga suatu ketika, gadis ini menghadiri sebuah reuni SMP, dan iseng mengunjungi area tempat tinggalnya dulu. Ternyata, Ibunya sudah meninggal dunia, dan dia membuat sebuah surat terakhir untuknya."Anakku tercinta aku memikirkanmu setiap saat. Maafkan ibu waktu ibu ke Singapura dan menakut-nakuti anak-anakmu. Maafkan ibu jika membuat kamu malu di hadapan teman-temanmu dulu. Semoga kamu mengerti bahwa pada waktu kamu masih kecil, kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan satu mata, tapi ibu tak sanggup melihat anak ibu tumbuh dengan satu mata saja, jadi ibu berikan satu mata untukmu. Aku bahagia karena anakku kamu akan memperlihatkan seluruh dunia untukku, dengan mata itu."With love, IBU5. Ibumu, yang mempertaruhkan nyawanya untuk membawamu ke Gambar membaca keempat cerita diatas, mungkin kamu sama sekali tidak memikirkan Ibumu sendiri. Betapa besar pengorbanan yang telah Ibu lakukan untukmu. Kamu seringkali mengacuhkan beliau, tidak mendengarkan nasihatnya, bahkan terkadang membentak-bentak Ibu. Apakah kamu benar-benar sadar, apa saja yang telah beliau korbankan untukmu?Sembilan bulan lamanya, Ibu mengandungmu di janin kecilnya, membawamu kemana-mana dengan tubuh kecilnya tersebut. Terkadang, tanpa disadari kamu bergerak dan menendang-nendang didalam, yang membuat Ibu terkadang merasa kesakitan, namun beliau tahan dan tetap menyayangimu, bahkan dengan rutin mengelus perutnya sendiri dan mengajakmu betapa sakitnya saat Ibu sedang berada dalam proses melahirkan? Sakitnya tak terkira! Bahkan, Ibu tahu bahwa dirinya bisa mati hanya karena melahirkanmu ke dunia, namun beliau sama sekali tidak peduli. Semua pengorbanan tersebut hanya Ibu lakukan hanya untukmu seorang, anak kesayangannya, meski terkadang tak ia ucapkan dengan sekarang, sudahkah kamu menyayangi Ibu hari ini? Jika belum, tunjukkanlah rasa cintamu pada Ibu, pahlawan tanpa tanda jasa milikmu satu-satunya dan yang sebenarnya, yang selalu kamu acuhkan selama ini. Sebelum semuanya terlambat dan kamu menyesal, katakanlah Ibu, terima kasih, dan maaf, kemudian peluklah dia sejenak.
Asuhankeperawatan yang akrab akan meningkatkan tercapainya harapan yang realistis. Pengalaman terdahulu memunculkan pengetahuan yang lebih rinci tentang layanan dan Upaya mengatasi saat ASI belum pemberian ASI eksklusif akan berhasil atau keluar, (4) respon keluarga saat ASI belum tidak, demikian juga untuk keberhasilan keluar, (5
Bayi menyusu pada ibu merupakan aktivitasnya dalam memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia, yaitu asah-asih asuh. Dengan menyusu pada ibu, ia akan mendapat pemenuhan kebutuhan asah, yaitu stimulasi untuk perkembangan emosionalnya dalam berinteraksi dengan sesama, dalam hal ini terutama dengan ibunya. Jalinan kasih sayang akan terbangun antara bayi dan ibu sebagai manifestasi pemenuhan kebutuhan asih, dan zat-zat gizi yang terkandung dalam air susu ibu akan dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya sebagai pemenuhan kebutuhan menyusui bagi ibu adalah salah satu aktivitas yang dapat memberi kepuasan lahir batin ibu, tetapi saat ia menyusui anaknya banyak sekali kendala yang akan ditemui seperti minimnya pengetahuan ibu dan ayah mengenai laktasi, tekanan dari keluarga dan sebagainya yang berakibat berkurangnya produksi air susu ibu, sehingga ibu gagal menyusui. Jika ibu tersebut memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui, tanpa melihat berapa lama laktasi terhenti, hal ini disebut dengan relaktasi atau kembali menyusui. Timbulnya keinginan ibu untuk kembali menyusui sering kali juga didasari karena pemberian susu formula yang tidak cocok, bayinya sakit bahkan sampai menjalani perawatan di RS ataupun keinginan karena melihat teman yang berhasil menyusui bayinya secara eksklusif. Bahkan pada situasi bencana melanda, relaktasi merupakan salah satu hal yang perlu mendapat dukungan dari semua instansi terkait dalam penanggulangan semua wanita beruntung dapat hamil, melahirkan dan menyusui bayi. Berbagai macam hal dilakukan untuk mengatasi kegagalan dalam memiliki anak antara lain dengan adopsi anak yang akhirnya akan menimbulkan keinginan ibu untuk memenuhi salah satu kebutuhan dasar anak adopsinya, yaitu dengan menyusuinya. Hal ini kita kenal dengan istilah induksi relaktasi dan induksi laktasi perlu kita dukung, bukan hanya dengan dukungan moril tetapi juga memberikan pengetahuan laktasi yang memadai. Makalah ini akan membicarakan mengenai hal-hal yang berkenaan dengan relaktasi dan induksi laktasi yang sekarang semakin menjadi tren di kalangan laktasi yang terjadi pada relaktasi dan induksi laktasiTelah kita ketahui proses laktasi akan melibatkan unsur hormonal di dalam tubuh manusia. Setelah memasuki usia kehamilan 16 minggu, wanita hamil tersebut sudah mulai memproduksi ASI, tetapi produksi ASI tidak berlanjut karena tertahan oleh kehamilannya. Ketika bayi lahir dan plasenta keluar, hormon yang mempengaruhi proses pembentukan ASI akan menjadi aktif, apalagi bila tindakan inisiasi menyusu dini IMD bayi akan mengirim sinyal ke otak ibu untuk mempengaruhi bagian otak yang disebut hipofisis. Hipofisis bagian depan akan mengeluarkan hormon prolaktin yang akan masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan refleks prolaktin yang berperan dalam produksi ASI. Hipofisis bagian belakang akan mengeluarkan hormon oksitosin yang akan masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan refleks oksitosin untuk kontraksi otot yang ada di sekeliling saluran ASI, sehingga ASI yang sudah diproduksi akan dapat maupun masalah-masalah psikologis pada ibu dapat menghambat kerja oksitosin seperti kekhawatiran ibu bahwa ia tidak mampu menyusui atau merawat bayi, khawatir mengenai pekerjaannya, perselisihan dengan pasangan ataupun anggota keluarga yang lain. Sebaliknya rasa bahagia menjadi seorang ibu, senang dapat berdekatan dengan bayi, senang mengetahui suami ikut berpartisipasi dalam pengasuhan anak dan hal lain yang menyenangkan ibu akan memicu pengeluaran demikian kita mengetahui bahwa hal yang utama untuk proses laktasi adalah stimulasi pada payudara, baik itu oleh hisapan bayi ataupun kegiatan memerah ASI, baik secara manual ataupun dengan bantuan alat. Jadi walaupun seorang wanita tidak mampu untuk hamil dan melahirkan, ia akan dapat memproduksi ASI karena ASI tidak diproduksi dari hormon yang berhubungan dengan proses reproduksi melainkan dari bagian otak yang bernama bayi merupakan hal yang terbaik untuk stimulasi payudara dalam memproduksi dan mengeluarkan ASI. Untuk dapat mengeluarkan ASI secara efektif, bayi harus dapat melekat dengan baik pada payudara. Bayi yang melekat dengan baik akan membuka mulut dengan lebar, dagu bayi akan menempel pada payudara ibu, sebagian besar areola terutama areola bagian bawah masuk ke dalam mulut bayi. Bibir bawah bayi tampak terpuntir keluar, bayi menghisap kuat dengan irama perlahan dan ibu merasa nyaman, tidak merasa perih pada puting bayi baru lahir pelekatan yang benar tergantung dari posisi bayi menyusu pada ibu. Posisi bayi menempel menghadap ibu, satu tangan bayi terletak di belakang badan ibu, telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus. Kepala bayi terletak pada lengkung siku, menghadap payudara dan puting berada di depan muka bayi. Sangga bokong bayi dengan telapak tangan ibu, bila diperlukan gunakan bantal untuk menyangga tangan ibu. Bayi yang lebih besar, seringkali sudah memiliki posisi menyusu yang nyaman baik untuk bayi maupun yang dibutuhkan untuk ASI mulai berproduksi sangat bervariasi antara wanita, umumnya produksi ASI muncul setelah 1-6 minggu kemudian, rata-rata dalam 4 minggu. Beberapa wanita tidak pernah dapat memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan laktasi ataupun untuk mempertahankan pemberian ASI eksklusif, tetapi beberapa wanita mampu dalam beberapa hari mencapai jumlah yang cukup. Dalam penelitiannya Seema dkk. melaporkan keluarnya ASI antara 2-6 hari, dimana relaktasi sebagian tercapai dalam 4-28 hari dan relaktasi penuh tercapai antara 7-60 ASI pada wanita yang melakukan relaktasi ataupun induksi laktasi tidak berbeda dibandingkan dengan wanita yang menyusui sejak kelahiran bayinya. Kleinman dkk. menemukan bahwa kolostrum tidak pernah diproduksi oleh wanita yang tidak pernah hamil, walaupun demikian jumlah total protein dan imunoglobulin adalah sama pada hari yang mempengaruhi keberhasilan relaktasi dan induksi laktasi1. Hal yang berhubungan dengan bayiKeberhasilan terletak pada hisapan bayi yang dipengaruhi olehKeinginan bayi untuk menyusu. Keberhasilan relaktasi dan induksi laktasi akan terjadi bila bayi segera menyusu saat didekatkan pada payudara. Pada awalnya bayi memerlukan bantuan untuk dapat melekat dengan benar pada payudara. Salah satu penelitian relaktasi menemukan bahwa 74% bayi menolak untuk segera menyusu pada awal laktasi yang disebabkan karena bayi kesulitan melekat pada payudara dan memerlukan bantuan tenaga kesehatan yang terlatih untuk mengatasinya. Penolakan pada awal laktasi bukan berarti bayi akan selalu menolak menyusu pada ibu, diperlukan kesabaran ibu untuk menghadapi hal bayi. Akan lebih mudah melakukan relaktasi ataupun induksi laktasi pada bayi baru lahir sampai bayi berusia kurang dari 8 minggu. Walaupun demikian Thorley melaporkan keberhasilan relaktasi pada ibu-ibu dengan anak berusia lebih dari 12 waktu laktasi terhenti breastfeeding gap. Umumnya relaktasi akan lebih mudah bila waktu terhentinya laktasi belum lama, tetapi Thorley melaporkan keberhasilan relaktasi pada anak berusia lebih dari 12 bulan yang sudah lama terhenti makan bayi selama terhentinya laktasi. Seema melaporkan kesulitan mengajari bayi untuk menyusu bila bayi tersebut sudah terbiasa menggunakan botol susu. Penelitian Lang dkk. menemukan bayi dengan berat lahir rendah yang diberikan minum dengan cangkir pada fase transisi perubahan pemberian minum, akan lebih mudah menyusu pada ibu dibandingkan mereka yang mendapat minum dengan menggunakan botol mendapat makanan pendamping. Relaktasi dan induksi laktasi akan sulit dilakukan pada bayi yang sudah mendapat makanan pendamping. Dianjurkan untuk tidak mengenalkan makanan pendamping sebelum bayi berusia 6 bulan, kecuali saat bayi sudah berusia 4-5 bulan tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai dengan umur dan jenis kelamin Hal yang berhubungan dengan ibuFaktor tersebut adalahMotivasi ibu. Ibu mempunyai motivasi yang kuat karena mengetahui laktasi sangat penting dalam mendukung kesehatan bayi. Di Papua, ibu termotivasi untuk melakukan relaktasi ketika mengetahui bahayanya penggunaan susu formula. Keinginan ibu untuk mengeratkan hubungan batin dengan anak adopsinya juga menjadi salah satu dasar induksi waktu dari berhentinya laktasi lactation gap. Umumnya makin pendek waktu terhentinya laktasi, makin mudah ibu untuk melakukan relaktasi, namun Agarwal dan Jain melaporkan keberhasilan relaktasi dalam 2 minggu walaupun laktasi sudah terhenti selama 14 payudara ibu. Adanya infeksi atau luka pada payudara maupun bentuk puting yang terbenam menjadikan alasan ibu menghentikan laktasi. Setelah infeksi teratasi dan ibu mendapat bimbingan laktasi, motivasi ibu muncul untuk menyusui anaknya ibu untuk berinteraksi dengan bayinya dan dukungan dari keluarga, lingkungan dan tenaga kesehatan. Ibu melihat bayi memiliki minat untuk menyusu, rasa kasih sayang antara ibu dan bayi terjalin sehingga ibu tergerak untuk memberikan air susunya kepada bayi. Tentunya bagi ibu bekerja apabila hal ini mendapat dukungan dari tempatnya bekerja, relaktasi ataupun induksi laktasi akan berhasil laktasi sebelumnya. Ibu yang memiliki pengalaman laktasi sebelumnya tidak terlalu mempengaruhi kemampuan relaktasinya. Nemba menemukan 11 dari 12 ibu yang belum pernah menyusui mampu melakukan laktasi dalam 5-13 hari setelah mengikuti protokol induksi laktasi. Seema melaporkan tidak terdapat perbedaan keberhasilan relaktasi antar ibu yang baru memiliki anak satu dibandingkan dengan ibu yang sudah memiliki anak lebih dari satu untuk melakukan relaktasiEvaluasi kembali apa yang menjadi motivasi ibu untuk melakukan relaktasi. Siapkan mental ibu dan cari dukungan terutama dari keluarga terdekat suami, orangtua atau teman dekat. Dibutuhkan kesabaran yang tinggi karena seringkali memerlukan waktu yang lama sehingga ibu merasa putus asa dan membutuhkan ke klinik laktasi untuk bertemu dengan konsultan laktasi. Dibutuhkan arahan dan dukungan dari konsultan laktasi mengenai tehnik dan posisi menyusui yang baik dan dianjurkan untuk sering melakukan kontak kulit dengan bayi skin-to-skin contact pada saat bayi tidak menyusu antara lain dengan melakukan metode kanguru, dimana bayi selalu berada di dada ibu. Tidurlah bersama bayi pada siang maupun malam hari, dekap dan gendonglah bayi sesering mungkin. Sebisa mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi dapat dikerjakan oleh ibu sendiri, baik memandikan bayi, mengganti popok, ataupun mengajak bayi bayi mau menyusu Susuilah bayi sesering mungkin setiap 1- jam, paling tidak 8-12 kali dalam 24 jam. - Gunakan ke-2 payudara, minimal 10-15 menit pada setiap payudara pada satu kesempatan menyusui - Pastikan posisi dan pelekatan bayi pada payudara adalah baik - Monitor asupan bayi cukup atau tidak dengan memantau buang air kecil bayi, minimal 6 kali atau lebih dalam sehari - Jangan mengunakan botol susu ataupun dot bayi. Metode finger feding memasukkan jari tangan ibu yang bersih sampai menyentuh langit-langit mulut bayi bisa digunakan untuk meningkatkan refleks menghisap bayi - Pada awal kegiatan dibutuhkan suplemen, baik ASI donor ataupun susu formula, dengan menggunakan alat bantu berupa pemakaian pipa nasogastrik yang dihubungkan ke cangkir atau semprit, dimana sisi yang satu lagi di tempelkan pada payudara. Ibu dapat mengontrol pengaliran cairan dengan menaikkan atau merendahkan cangkir atau semprit saat bayi menyusu pada payudara ibu. Metode drip drop dengan menggunakan cangkir berisi suplemen atau dengan semprit yang diteteskan di payudara saat bayi menyusu merupakan salah satu metode yang sering digunakan, demikian pula dengan alat bantu laktasi lain seperti Lact-Aid Nursing Trainer System Lact- id International Supplemental Nursing System Medela juga dapat bayi tidak mau menyusu - Pastikan bayi dalam keadaan sehat - Tingkatkan kontak kulit dengan bayi, mungkin dengan mengunakan metode kanguru - Lakukan pemijatan payudara lalu perah ASI selama 20-30 menit, 8-12 x/hari - Lebih sering memberikan payudara pada bayi walaupun bayi tidak mau menyusu dan gunakan alat bantu untuk memberikan suplemen, baik ASI donor ataupun susu formula - Jangan menggunakan botol susu ataupun dot bayiMonitor asupan bayi dengan memantau urin bayi, minimal 6 kali atau lebih dalam sehariLakukan laktasi pada saat ibu dan bayi dalam keadaan tenang dan rileks. Jangan memaksa bayi untuk menyusu. Jika bayi menolak menyusu tentunya hal ini akan mengganggu proses relaktasi. Tunda hingga kondisi nyaman untuk ibu dan konsumsi makanan ibu dengan diet yang sehat dan obat-obatan yang dapat membantu stimulasi produksi ASI lactogogues/galactogogue mungkin diperlukan bagi mereka yang tidak berhasil melakukan relaktasi ataupun induksi dengan panduan tersebut di asupan bayi Timbanglah bayi setiap minggu, minimal kenaikkan berat badan bayi berusia kurang dari 9 bulan adalah 125 gram/minggu atau 500 gram/bulan - Monitor urin dan feses bayi. Frekuensi urin 6 kali atau lebih dalam sehari, tidak pekat ataupun bau. Dalam 4 minggu pertama, bayi mengeluarkan feses lembik cenderung cair warna kuning kecoklatan, beberapa kali dalam sehari. Selanjutnya frekuensi buang air besar akan berkurang sekali sehari sampai 7-10 hari sekali. Konsistensi dan warna feses akan berubah bila bayi telah mendapat makanan pendamping ASI. - Bayi yang bangun setiap 2-3 jam, menyusu dengan lahap dan terlihat aktif berinteraksi sosial sesuai dengan usianya, dapat menjadi panduan akan kecukupan asupan yang suplemen yang dibutuhkan bayi dan pengurangan suplemen saat relaktasi atau induksi laktasi dilakukan - Timbanglah bayi dan berilah suplemen yang direkomendasikan ASI donor atau susu formula 150 ml/kg BB/hari dengan alat bantu - Bila produksi ASI meningkat, kurangi sebanyak 50 ml setiap beberapa hari dengan memantau berat badan bayi tiap minggu sesuai penjelasan di atas. Pengurangan dilakukan pada jumlah suplemen bukan pada kekentalannya Pengurangan sejumlah 50 ml tersebut dapat dilakukan diantara beberapa kesempatan, misalnya kurangi pada 2 kali kesempatan menyusu dengan 25 ml perkali atau kurangi 5 kali kesempatan menyusu dengan 10 ml perkali - Lanjutkan jumlah yang ada setelah pengurangan tersebut untuk beberapa hari - Bila bayi menunjukkan asupannya cukupurin 6 kali atau lebih, tidak pekat atau bau, dan penambahan berat badan 125 gram atau lebih kurangi lagi jumlah suplemen yang diberikan - Bila bayi menunjukkan asupan kurang, pertahankan jumlah yang ada dalam 1 minggu lagi - Bila bayi tetap menunjukkan asupan yang kurang tambahkan lagi 50 ml dari jumlah suplemen terakhir yang telah diberikanTips-tips untuk melakukan induksi laktasiSelain-hal tersebut di atas yang telah dijelaskan, wanita yang akan mengadopsi bayi disarankan untuk memijat payudara dan memerah setiap 3 jam dan sekali pada malam hari selama 10-15 menit setiap kali dalam 3-6 bulan sebelum bayi datang. Berbeda dengan wanita yang hamil dan melahirkan, ibu yang akan mengadopsi anak dan belum pernah hamil, tidak memiliki kesempatan mengalami 9 bulan perubahan hormonal tubuhnya dalam menyiapkan diri untuk laktasi, sehingga hisapan bayi ataupun pemerahan payudara sangat diperlukan untuk kesiapan melakukan dan mempertahankan laktasi. Sering kali obat obat yang mengandung hormal diperlukan untuk mengatasinyaPemerahan ASI dengan menggunakan 2 pompa listrik pada ke-2 payudara pada satu kesempatan sangat dianjurkanKesehatan dan kesejahteraan bayi adalah yang diutamakan. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sesuai usia dan jenis kelamin harus dipantau secara teratur. Kunjungan teratur ke dokter anak harus dilakukan untuk pemantauan dan lama menyusu bayi serta usia mulai diberikan makanan pendamping bayi adalah sama seperti bayi yang ibu yang mengadopsi bayi kemungkinan tidak dapat, memproduksi cukup ASI, dukungan dan pendampingan ibu sangat dibutuhkan untuk keberhasilan induksi laktasi. Anjurkan ibu untuk menemui kelompok pendukung ASI yang ada di daerah tempat tinggal relaktasi umumnya menghasilkan produksi ASI yang lebih banyak dari pada induksi laktasi. Payudara wanita yang mendapat pengaruh hormonal kehamilan, dan terutama wanita yang pernah menyusui, akan dapat memproduksi banyak ASI saat wanita tersebut melakukan diri dan motivasi yang kuat adalah kunci utama keberhasilan program relaktasi maupun induksi laktasi. Percayalah bahwa ibu akan mampu memberikan yang terbaik untuk menyusu pada ibu dan ibu rutin memerah ASI, merupakan kunci untuk keberhasilan menstimulasi produksi ASI, baik pada relaktasi maupun induksi laktasiKeberhasilan produksi ASI, seberapapun jumlahnya, hendaknya dipandang sebagai karunia yang patut Buku Indonesia MenyusuiPenulis Jeanne-Roos Tikoalu Silahkan bagikan artikel ini jika menurut anda bermanfaat bagi oranglain.Ibuyang gagal dalam proses relaktasi terjadi karena frustasi ASI sedikit (43% ), kelelahan berhasil dalam proses relaktasi. Dari hasil penelitiannya, dapat disimpulkan bahwa dari usia bayi dan pengalaman menyusui. Faktor ibu terdiri dari Pengetahuan Relaktasi, motivasi ibu, stimulasi bayi,
Ibuyang baru melahirkan pertama kali biasanya memiliki lebih sedikit pengalaman menyusui, sehingga lebih berpotensi memberikan makanan pralaktasi. Jika relaktasi berhasil, ibu dapat kembali
Relaktasi diartikan sebagai proses kembali menyusui setelah ibu tidak atau sangat jarang menyusui. Bila Anda berhenti menyusui dan ingin memulainya kembali, ada kemungkinan Anda akan berhasil, Bunda. Relaktasi memang membutuhkan usaha keras, tapi akan sebanding dengan hasilnya. Dan kami telah mengumpulkan beberapa informasi dasar tentang bagaimana melakukannya. Jadi simak terus informasi kami berikut ini ya Bunda!Baru ada sedikit penelitian tentang relaktasi, tapi penelitian yang ada dengan tegas menyatakan kalau relaktasi itu sangat baik untuk dilakukan. Dengan dukungan yang tepat, kebanyakan ibu bisa melakukan relaktasi. Pada beberapa penelitian, tingkat relaktasi sebagian atau penuh rentangnya dari 75 hingga 98 persen. Tapi ada satu faktor yang penting dan perlu diingat, pada kebanyakan penelitian ini, ibu menyusui sebaiknya menerima bantuan dari orang yang terlatih di bidang alasan umum yang membuat ibu ingin produksi ASI-nya kembaliBeberapa ibu kewalahan selama beberapa hari pertama menjadi ibu dan menyerah bayi sulit melakukan pelekatan awal dan ibu merasa frustrasi sehingga memutuskan memberikan susu ibu mengalami persalinan yang sangat sulit, depresi pasca melahirkan, atau masalah medis lain yang membuat sulit untuk mulai menyusui sehingga merasa bayi lahir prematur atau memiliki masalah medis yang menghalangi untuk bisa segera penyebab kesulitan awal menyusui yang pernah Anda alami, tetap mungkin untuk mengembalikan ASI dan menyusui bayi memulai proses relaktasi? Kehamilan dan kelahiran secara alami membuat payudara Anda bersiap untuk menghasilkan ASI. Ketika payudara memproduksi ASI, pengosongan ASI membuat payudara memproduksi ASI. Tapi, stimulasi payudara atau puting, misalnya ketika bayi menghisap payudara atau memerah ASI dengan tangan, bahkan ketika tidak ada kehamilan, bisa menstimulasi produksi prolaktin hormon penghasil ASI. Terlebih bila dilakukan cukup sering, bayi yang menghisap payudara atau memerah ASI bisa menstimulasi payudara untuk memproduksi ASI. Bila wanita mulai memproduksi ASI meski bila ia belum pernah hamil, ini dinamakan induced lactation. Tapi bila wanita pernah hamil, proses membangun persediaan ASI dianggap sebagai relaktasi mudah dilakukan?Ada variasi yang luas tentang mudah atau tidaknya ibu melakukan relaktasi. Kebanyakan ibu bisa memiliki sebagian persediaan ASI, yang lain bisa kembali menyusui secara penuh dan sebagian lagi kesulitan melakukan relaktasi. Relaktasi cenderung berhasil dengan baik bila ibu punya keinginan kuat untuk menyusui kembali, punya pengetahuan tentang menyusui, bayi bisa menghisap payudara dan dukungan dari orang sekitar, misalnya dari konselor yang mempengaruhi keberhasilan relaktasiPenelitian menyatakan Anda memiliki kesempatan lebih baik untuk berhasil relaktasi bila memilikiBayi masih berusia sangat bayi untuk menerima antara menyapih dan relaktasi tidak terlalu bantuan dari orang yang ibu dan bayi berbeda, dan relaktasi bisa tetap mungkin dilakukan meski Anda tidak memenuhi kriteria yang diinginkan. Bila bayi Anda berusia 4 bulan atau lebih kecil, biasanya akan lebih mudah untuk relaktasi. Relaktasi juga lebih mudah bila persediaan ASI terhitung baik selama 4 hingga 5 minggu pertama setelah ibu dengan bayi berusia lebih besar, ibu yang tidak memiliki ASI cukup di awal, dan ibu adopsi yang belum pernah menyusui juga bisa berhasil melakukan relaktasi. Ingat Bun, menyusui bukan hanya tentang ASI. Anak akan mendapat banyak manfaat dari menyusui meski bila ibu tidak memiliki persediaan ASI yang relaktasiUmumnya ada dua metode utama untuk relaktasi, bayi yang menghisap pada payudara atau memerah payudara atau gabungan keduanya. Metode mana yang paling berhasil bergantung pada kondisi individu masing-masing menghisap payudaraCara relaktasi yang paling simpel dan paling efektif adalah dengan bayi menghisap pada payudara. Semakin sering bayi menghisap payudara, semakin mungkin payudara merespon dan memproduksi Anda meletakkan bayi di payudara tapi ia tidak terlihat tertarik, tips berikut bisa membantuBersikaplah fleksibel mengenai kapan waktu untuk menawarkan anak untuk menyusu langsung di payudara dan jangan memaksa. Misalnya, banyak bayi mau menyusu di saat ia tenang dan rileks, seperti di kondisi setengah tidur atau baru saja bangun tidur. Beberapa bayi yang menolak menyusu selama siang hari bisa melakukan pelekatan dan menyusu dengan baik di malam hari karena alasan Anda menggunakan botol susu, menyusui dengan botol susu bisa supplementer menyusui. Alat ini membuat bayi menghisap di payudara dan menerima ASI tambahan di waktu yang sama. Ini berarti bayi mendapat tambahan selain menghisap payudara yang mungkin persediaannya sedikit. Menyusui lebih dari sekedar ASI. Menyusui berarti hubungan dengan bayi. Jadi meski bila Anda tidak bisa melakukan relaktasi dengan persediaan ASI penuh, bila menyusui membuat Anda merasa senang, maka tak perlu cemas tentang berapa banyak ASI yang Anda puting atau nipple shield bisa membantu bayi untuk tertarik menyusu langsung di Ibu juga bisa gunakan trik menawarkan payudara saat bayi ibu cukup terbantu dengan meletakkan ujung dot berisi ASI pada banyak kontak kulit dengan bayi. Coba lakukan pelekatan yang dipandu bayi. Bayi, terutama bila usianya di bawah 3 bulan lebih mungkin mencari payudara, melakukan pelekatan dan mulai menghisap bila ia menggunakan insting untuk memungkinkan, stimulasi refleks pengeluaran ASI sebelum meletakkan bayi di payudara sehingga ia mendapat ASI segera setelah mulai teknik relaktasi, pijat payudara, dan memerah bisa membantu menstimulasi refleks pengeluaran ASIBila bayi tidak mau melakukan pelekatan dan menghisap payudara secara langsung, Anda bisa memerah ASI untuk relaktasi. Ada banyak cara berbeda untuk memerah ASI. Bila Anda mencoba relaktasi, paling ideal memompa ASI sekitar 8 kali dalam 24 jam termasuk setidaknya satu kali dalam semalam menggunakan pompa ASI grade rumah memompa dalam waktu singkat misalnya sekitar 5 menit lebih baik untuk membantu membangun persediaan ASI dibanding sesi memompa yang lebih lama tapi kurang sering. Ketika persediaan ASI sudah mulai terbentuk, Anda bisa tingkatkan durasi Anda memerah. Banyak ibu merasa double breastpump paling cocok, karena bisa menghemat waktu dan beberapa penelitian menyatakan double breastpump bisa menghasilkan jumlah ASI yang lebih banyak. Setelah menggunakan pompa, selesaikan sesi pumping dengan memompa dengan tangan selama beberapa menit untuk mengosongkan payudara dengan maksimal sehingga produksi ASI akan makin banyak perlu Anda pertimbangkan sebelum melakukan relaktasiApa yang sebelumnya membuat Anda berhenti menyusui? Anda perlu membicarakannya bersama konselor laktasi sebelum memulai relaktasi. Bersiap juga untuk menghadapi perubahan pada tubuh Anda ada perubahan pada pola menstruasi ketika bayi mulai menyusu lagi dan ini akan mempengaruhi ovulasi Anda. Payudara, secara fisik, juga akan berubah penampilannya, areola menjadi lebih gelap dan payudara akan sering terasa penuh. Karena perubahan hormon, Anda juga akan merasakan perbedaan secara emosi. Dukungan jadi bantuan paling berarti bila Anda mengalami perasaan ini, tapi sebenarnya ini jadi tanda normal yang menandakan kalau tubuh mulai memproduksi ASI mungkin perlu waktu untuk memikirkan motivasi untuk relaktasi. Apakah penting bagi Anda untuk menyediakan ASI sebanyak mungkin? Atau Anda melakukan relaktasi demi terjalinnya ikatan yang dekat dengan bayi melalui menyusui? Tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam menetapkan tujuan relaktasi. Bahkan Anda juga tidak merasa perlu menentukan tujuan apapun saat mau melakukan melakukan relaktasiAda dua hal yang terkait dengan relaktasi, Bunda akan mengembalikan persediaan ASI dan membiasakan bayi menyusu di payudara. Ketika Anda berusaha memenuhi dua hal ini, Anda perlu pastikan bayi terus berkembang. Tapi hal pertama dan mungkin menjadi hal paling penting adalah mencari dukungan selama melakukan dukungan selama relaktasiAnda dianjurkan mencari sumber dukungan untuk melakukan proses ini. Ibu perlu menerima bantuan dari orang yang terlatih untuk relaktasi, karena ini bisa mempengaruhi tingkat keberhasilannya. Anda bisa berkonsultasi dengan konselor laktasi atau dokter anak yang pro menyusui. Bantuan dari orang terlatih memang penting, tapi jangan remehkan kekuatan dukungan dari ibu lain, keluarga, dan mengembalikan persediaan ASISering kosongkan payudara. Bila bayi ingin menyusu, seringlah menyusuinya karena ini jadi hal yang paling efektif yang bisa Anda lakukan. Targetkan setidaknya 10 hingga 12 kali menyusui setiap 24 jam. Susui bayi di kedua payudara dengan durasi cukup lama untuk mengosongkan tiap payudara. Bila bayi menolak untuk disusui di payudara, gunakan pompa ASI untuk menstimulasi produksi ASI. Idealnya Anda harus memompa setidaknya tiap 3 jam. Pompa ganda memberi stimulasi lebih dibanding memompa satu payudara Bunda efektif menyusui. Saat bayi menyusu, pastikan ia memasukkan payudara cukup dalam ke mulut dan Anda merasa nyaman saat ia menyusu. Pelekatan yang dangkal dan terasa sakit berarti bayi tidak menyusu dengan efektif. Minta bantuan untuk mengatasi masalah ini dari orang yang ASI setelah menyusui. Coba pompa ASI setelah bayi menyusu dengan pompa payudara kelas rumah sakit. Karena persediaan ASI menyesuaikan dengan seberapa kosong payudara Anda, memompa setelah menyusui bisa jadi cara efektif untuk meningkatkan persediaan tekanan pada payudara. Ketika menyusui atau memompa, lakukan tekanan untuk sepenuhnya mengosongkan payudara dan menjaga bayi tenang ketika menyusu. Ini khususnya efektif ketika bayi tidur di membiasakan bayi menyusu di payudaraKontak kulit. Kontak kulit sangat besar pengaruhya dalam keberhasilan menyusui, dan bisa membantu proses relaktasi. Letakkan bayi yang hanya mengenakan popok di dada telanjang Anda sesering mungkin. Ia akan mulai melakukan pelekatan Baby-led Breastfeeding, posisi Laid Back Breastfeeding, dan co-bathing. Penelitian menunjukkan pentingnya insting lahir bayi dalam relaktasi. Bayi bisa merangkak, jongkok, dan menggeliat ketika menuju payudara sejak lahir. Penelitian juga menunjukkan bayi bisa mendapatkan kembali insting ini jauh setelah ia dilahirkan. Posisi menyusui berupa baby led breastfeeding melibatkan posisi bayi yang memungkinkan mereka merangkak ke payudara. Laid back breastfeding berarti bersandar untuk menyusu. Beberapa konselor laktasi juga berpendapat kalau mandi bersama bayi disebut co-bathing bisa membantu proses pelekatan yang baik. Seperti telah disebutkan di atas, pelekatan yang dalam membuat bayi menerima ASI paling banyak dan Anda merasa nyaman. Cari bantuan bila bayi kesulitan melakukan pelekatan dengan tekanan pada payudara. Ketika bayi tetap di payudara, remas payudara saat bayi menyusu. Ini efektif bila bayi tertidur di pelindung puting. Beberapa bayi yang minum dari botol lebih mau menyusu langsung di payudara bila ibu menggunakan pelindung puting karena ini membuat payudara terasa seperti dot botol. Tapi beberapa bayi ada juga yang kesulitan untuk menghisap ASI melalui nipple menyusui pada waktu yang tepat. Coba susui bayi ketika persediaan ASI di payudara lagi banyak, seperti malam dan pagi hari. Tawarkan payudara untuk menenangkan bayi bila ia sudah kenyang atau ketika ia tidur. Anda juga bisa berikan susu formula tepat sebelum bayi menyusu di bayi terus tumbuh. Bila Anda mengurangi susu formula ketika relaktasi, Anda perlu melakukannya secara bertahap. Pada tahap awal, kurangi susu formula satu ounce per hari. Sering lakukan pemeriksaan berat badan untuk memastikan bayi terus tumbuh secara normal. Jangan lupa cek popok kotor bayi agar Anda tahu apakah si kecil cukup mendapatkan ASI atau alami tingkatkan produksi ASI saat relaktasiBeberapa ibu menggunakan suplemen herbal seperti kelabat, obat seperti domperidone, booster ASI, atau galactogouge untuk menstimulasi produksi ASI. Tapi ini hanya akan membantu bila digabungkan dengan sering menyusui dan memompa jadi jenis herbal yang umum digunakan sebagai suplemen menyusui. Kelabat dianggap menstimulasi produksi keringat dan karena payudara terdiri dari kelenjar keringat, kelenjar ASI dan pengeluaran ASI jadi terstimulasi. Kebanyakan ibu menyusui yang mengonsumsi kelabat merasakan adanya peningkatan produksi ASI dalam 24 hingga 72 jam setelah konsumsi. Anda bisa meminumnya dalam bentuk pernah makan biskuit untuk ibu menyusui? Kemungkinan ada kandungan gandum di dalamnya. Gandum punya manfaat untuk produksi ASI. Meski hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan efek ini, para ahli menganggap peningkatan ASI setelah konsumsi gandum bisa berhubungan dengan tingginya kandungan zat besi. Meski tidak ada penelitian yang menyatakan gandum bisa membantu meningkatkan persediaan ASI, mengonsumsinya secara teratur ketika Anda menyusui kembali tidak Adas masuk dalam famili wortel dan telah lama dianggap sebagai galactogogue, dan beberapa penelitian menunjukkan manfaatnya untuk ibu menyusui. Adas sering ditemukan dalam teh dan suplemen untuk ibu menyusui tapi Anda bisa menggunakannya dalam kaya zat besi seperti bayam bisa efektif untuk mengembalikan tingkat zat besi, terutama bila Anda mengalami pendarahan pasca melahirkan atau kehilangan darah dalam jumlah abnormal selama proses kelahiran, karena ini bisa mempengaruhi kapan ASI keluar. Sebuah penelitian menunjukkan tingkat zat besi yang rendah terkait dengan persediaan ASI yang sedikit, jadi bila Anda mengalami kesulitan untuk memproduksi ASI, minta dokter memeriksa tingkat zat besi Anda. Makanan kaya zat besi lain yang bisa Anda konsumsi adalah daging, kacang, dan sayuran hijau umum, penting untuk makan makanan sehat ketika menyusui, tidak hanya agar bayi mendapat nutrisi yang baik tapi untuk memastikan tubuh Anda bekerja di level yang sehat juga. Ini termasuk konsumsi variasi buah, sayur, lemak sehat, biji-bijian, dan banyak merasa khawatir dengan persediaan ASI, konsultasikan ke konselor laktasi. Relaktasi berbeda pada tiap ibu, jadi memastikan solusi yang tepat untuk Anda sangat penting untuk menjaga hubungan menyusui yang bahagia dan relaktasi bisa terasa sulit dan makan waktu, tapi tetap mungkin dilakukan. Dengan dukungan, informasi yang tepat, dan dedikasi, relaktasi berhasil pada sebagian besar wanita dan memberi hasil yang menyenangkan. Rasa percaya diri akan mempermudah perjalanan relaktasi Anda.Ismawati
KjeCp9t. 88 303 198 218 489 318 349 240 36